1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 3 out of 5)
Loading ... Loading ...

August 07 2008

Cerita Masa Lalu (4)

Entah mengapa hari ini aku teringat kembali masa sekolahku dulu di SMK Telkom Purwokerto. Mumpung ingat, maka aku pun memutuskan untuk menuliskannya di dalam blog sehingga dapat melanjutkan bagian dari deretan cerita masa lalu yang telah kuposting sebelumnya.

Berikut ini cerita masa laluku waktu aku bersekolah di SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto :

Di Purwokerto, aku bertempat tinggal/ngekos di sebuah kos2an yang bisa dikategorikan sebagai “peternakan anak laki-laki” karena di kos-kosanku menampung hampir 20 anak kos laki-laki. Saat itu, kos-kosan dengan kapasitas tersebut termasuk golongan kos-kosan besar. Tapi tarif kosnya tergolong murah, tidak mungkin kan aku mampu menyewa kos-kosan yang satu bulannya satu juta :p. Kos-kosanku mempunyai nama yang cukup disegani diantara kos-kosan lainnya. Nama kos-kosanku adalah “Qomar Genk”. Nama Qomar Genk diambil dari nama pemilik kos yang bernama Qomar. Sehingga untuk memperkeren dan menampilkan kesan “sangar” maka jadilah nama “Qomar Genk”.

Aku memulai hari-hariku di SMK Telkom Purwokerto dengan perasaan takut tapi juga senang. Takut karena aku hanya sendirian di sekolah tersebut karena tidak ada teman yang berasal dari sekolah yang sama sebelumnya, eh, ada ding, tapi itupun ga begitu kenal sebelumnya. Senang karena sebentar lagi aku akan mendapatkan teman-teman yang baru yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.

Banyak hal yang terjadi selama aku bersekolah di Stematel. Lha kok Stematel? Katanya SMK Telkom? Nah, itu dia, Stematel merupakan kependekan dari SMK Telekomunikasi Sandhy Putra Purwokerto. Kita sering menyebutnya dengan Stematel untuk mempermudah pelafalannya. Aku mempunyai banyak teman-teman baru di sini, mulai dari yang super alim, sampai yang super urakan. Mungkin karena aku tidak begitu mempermasalahkan sifat dan tabiat teman-temanku, maka aku pun bisa berteman dengan siapa aja. Bagiku yang penting cuma satu, temanku tidak boleh membohongiku, karena aku sangat benci pembohong dan pendusta dalam artian yang sebenarnya.

Aku dikenal sebagai “raja game” di Stematel bersama Rintoko. Bagaimana tidak? Hampir setiap malam kami rela bergadang di warung game untuk bermain game semalaman. Rintoko lah yang mengenalkan dan menjerumuskanku ke dalam dunia kecanduan game tanpa batas itu. Game yang kumainkan pertama kali adalah Age Of Empire 2.0, kemudian dilanjutkan Counter Strike 1.5. Saat itu Counter Strike merupakan game yang sangat populer dan hampir sering diperlombakan di setiap warung game. Entah mengapa aku lebih senang memainkan game yang multiplayer atau banyak orang. Jadi bukan game yang dimainkan sendirian kayak RPG.

Karirku di dunia game tidak hanya sebatas game offline warung game. Game online pun ku jelajahin. Awalnya aku bermain Gun Bound yang merupakan salah satu game online populer saat itu. Di game ini aku pernah menorehkan sejarah. Aku berhasil mengalahkan pemain no-3 di Indonesia dalam game ini. Pemain yang pernah kukalahkan bernama “Smurf Lucu”. Mungkin orang-orang yang pernah bermain Gun Bound saat itu mengetahui nama-nama seperti Executioner dan Smurf Lucu.

Tak lama kemudian aku mengenal game online baru yang nantinya game ini akan merajai game online untuk beberapa waktu yang lama. Game tersebut adalah Ragnarok Online alias RO. RO tidak sama dengan Gun Bound. Untuk bermain RO kita diharuskan mengeluarkan modal yang tidak sedikit untuk membeli voucher. Harga voucher RO bermacam-macam, aku biasa membeli yang Rp 8.000 untuk voucher sepuluh jam bermain RO. Jadi kalo diitung-itung aku mengeluarkan uang dua kali untuk dapat bermain RO. Pertama untuk membeli voucher dan kedua untuk menyewa komputer di warung game tersebut. Saat bertemu dengan RO lah aku murni berstatus kecanduan game tingkat berat.

Hampir setiap hari dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi aku pergi ke warung game untuk bermain RO. Hal itu dilakukan setiap harinya. Lha, kalau begitu kapan tidurnya? Aku mengambil waktu tidur pada saat jam sekolah. Aku sering sekali tidur di kelas dan tidak mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru di depan kelas. Bahkan pernah suatu ketika aku tidur di suatu mata pelajaran, kemudian guru itu datang ke bangkuku dan membangunkanku, tetapi dengan santainya aku terus tidur tanpa dosa. Pas bangunnya, teman-temanku melihat dan tertawa padaku, mereka berkata “Ali, kamu dipanggil Bu Anggi (bukan nama sebenarnya) di ruangannya”. Haha, OMG, aku pun panik dan segera pergi ke ruangan bu Anggi. Untungnya, meskipun aku tukang tidur di kelas tapi prestasiku tidak begitu mengecewakan, jadi bu Anggi hanya menasehati dan mengingatkanku dengan halus untuk tidak mengulanginya lagi.

Kenapa seh kecanduan RO sampai segitunya? Hmm, orang yang belum pernah main RO memang susah untuk menjawab pertanyaan tersebut. Tapi orang yang sudah pernah bermain RO pasti gampang sekali untuk menjawabnya. Di RO kita bisa dapat banyak teman dari berbagai daerah di penjuru Indonesia. Kita juga bisa menghilangkan kepenatan kita saat lagi BT ataupun stress. Dan yang paling penting, game ini berhasil mempertemukan aku dengan seorang cewe. Tapi sayangnya hubungan tersebut ga berlanjut dan hanya sampai sebatas teman dekat aja :p

Nah lho, setiap orang pasti punya cerita cinta di masa sekolah kan. Begitu juga denganku, aku juga punya cerita cinta :p. Namun cerita cinta di SMKku bener-bener menyedihkan, sampe-sampe aku tidak mau untuk mengingatnya lagi. :D

Beralih ke kehidupan sekolah yang sebenarnya. Entah itu suatu keberuntungan atau kerugian aku bersekolah di Stematel. Kalo anak-anak sekolah lain jam 2 siang dah bisa istirahat tanpa dibuntuti dengan tugas berjibun. Aku yang bersekolah di Stematel tidak bisa melakukan hal seperti itu. Sekolahku dimulai pukul 7 pagi dan berakhir pukul 4 sore. Selain itu, tugas/PR yang dikasih saat pulang sekolah tidak hanya satu, tapi bisa sampe dua/tiga lebih untuk setiap harinya. Benar-benar membuatku tidak bisa istirahat dengan tenang. Tapi kok masih bisa main game ya? :p

Saat pergantian ke kelas 3, di Stematel ada yang namanya PSG (Pendidikan Sistem Ganda). PSG hampir mirip dengan PKL. Semua siswa kelas 2 yang mau naik kelas 3 diharuskan untuk mengikuti PSG ini dengan menentukan lokasi tempat PSG masing-masing. Awalnya aku mendapatkan lokasi PSG di kantor Divre III Bandung tetapi kemudian aku dimutasikan ke Kandatel Sukabumi (hehe, kayak sudah kerja aja sampe dimutasikan). Aku tidak akan mengisahkan kisah PSGku waktu di Sukabumi dip ostingan ini karena sebelumnya aku sudah pernah memposting cerita PSGku itu di blog ku yang terdahulu. Tapi karena suatu hal, jadi kudelete blognya. Hampir semua memory di sana aku lupa detailnya. Yang masih kuingat jelas hanya sebuah lagu yang kuciptakan untuk seseorang disana yang bernama “Lita”. Tapi itu pun hanya bagian dari cerita masa lalu. :p

Di bagian akhir, aku berusaha dengan keras. Oleh karena itulah aku berhasil menjadi lulusan terbaik III dari SMK Telekomunikasi Sandhy Putra Purwokerto.

Terima kasih aku sampaikan untuk Ibu dan Bapakku, teman-teman Qomar Genk, 212, Gen-X, dan semuanya.
I love u all.


Similar Posts :


Comments:

(29) posted on Cerita Masa Lalu (4)

Post a comment

RSS